Sunday, January 11, 2009
I hate it…
Actually I really want to continue study rite now, but I have no money to pay it by my self. So, working first is something I have to do to reach my dream. I always wondering one day I’ll get a scholarship to study abroad, then I’ll get some job in international non government organisation which is concern to humanity, refugees, and victims of war.
Argh.. seems it’s make me boring, coz I just can say it here, but I do nothing to reach it. I really hate when I can’t do anything t change something. Damn…
Argh… sometimes It happened to me, and I can’t do anything but let it happen in front of me. I say nothing like a fucking dumb bird. Hhhhhhhh….
Now, I have nothing to say but Damn…
FLYING SAFETY MULTISTRATEGY MODEL TO CREATE SAFE AVIATION IN INDONESIA
Along with this development, the aviation industry has also experienced a significant increase in the frequency of accidents. These accidents range from problems such as: flat tyre, losing way due to breakdown of navigation, skidding off the runway, overloading and hard landing. In 2003, the YLKI (the Indonesian Consumer Support Council) recorded 266 deaths due to aviation accidents. In 2004, the number was 314, and in fact 123 deaths were recorded in the first three months of 2007 alone. According to Reuters, over 600 deaths have been caused by aviation accidents over the past ten years. Just as the price of air travel has decreased, so seems to have decreased the price of the life and safety of air craft passengers. It is therefore unsurprising when the VOA official website states that since deregulation in the aviation industry, safety standards have experienced a decline.
An evaluation of aviation companies in Indonesia reveals rather shockingly that not a single company meets the safety requirements as recommended by the International commercial aviation organisation. In fact, the US government, as quoted by BBCIndonesia.com, even appeals to its citizens not to use Indonesian aviation companies. US citizens travelling to Indonesia are asked to use international airlines direct to their destination in Indonesia.
Therefore, this paper aims to propose multiple creative strategies which can be applied in order to create a safe aviation industry in Indonesia. Hopefully this paper can also provide a positive contribution to efforts toward creating a safer aviation industry in Indonesia.
The strategy offered here for creating safe air travel is the flying safety multi- strategy model. The flying safety multi-strategy model provides us a model for minimising the frequency of aviation accidents in order to create safer air travel in Indonesia. The flying safety multi-strategy model is as follows:
1. Publication of passenger safety procedures (Simulation model)
Up until now, passenger safety procedures for civil aviation are only demonstrated once boarded on the air craft itself, before take-off. The fact is, when demonstrating passenger safety procedures in the event of emergency, the passengers often do not pay enough attention.
Therefore, we need alternative ways of publishing passenger safety procedures to the public. Passenger safety procedures should be published for the public both via printed press and electronic media. Passenger safety procedures should be something that everyone is familiar with, because they have come across these procedures for instance while reading a newspaper, magazine or watching television.
2. Enforcement of staff working hours
One of the things done by aviation companies to cut costs is to make flight crew, cabin crew and ground crew work more hours than is deemed safe. Fatigue in fact can increase the risk of human error, which may occur at the time of refilling fuel, loading luggage, and up until the time for take off. Because of this there should be a form of surveillance and control to ensure that the aforementioned crew, do not have to work more than standard working hours. We need an arrangement to enforce maximum working hours of staff, so that companies cannot force staff to work longer than they should. Apart from that, the physical and mental state of flight crew should also meet health standards. This is all the responsibility of the aviation companies, therefore to ensure that the flight crew is suitably prepared before taking off.
3. Making compulsory the publication of air lines financial statement
This method aims to create transparency of all airline company’s actions. By making it compulsory for airlines to publish their financial statement, the percentage of their budget and proportion of their efforts that goes toward airline safety will be revealed.
4. Formation of an Independent Controller Board
This Board would act as an intermediary between the consumer and airline companies. It can also be a medium for costumers through which they can file complaints concerning airline companies. It would also be a board that has authority to control whether strategies mentioned above are being carried out or not.
Monday, December 29, 2008
It’s the way I live

Malam ini, jam di dinding sudah menunjukkanpukul 23.00. Biasanya jam segini aku sudah terbaring di tempat tidur dan entah dimana pikiranku berada. Yang pasti ragaku masih di tempat tidurku. Akan tetapi, kali ini jariku masih asyik menari di atas keyboard laptopku yag sudah banyak berjasa dalam hidupku. Yup, laptop yang kuberinama chocky ini sudah bayak menemaniku menulis berbagai hasil karya yang mengantarkanku meraih berbagai penghargaan. Karenanya, meskipun sudah tergolong lemot, aku tetap mencintainya. Dulu sering setiap malam dia menemaniku menyelesaikan berbagai riset untuk diperlombakan. Aku ingat sekali dulu waktu mau membeli laptop ini, aku meminta uang dengan orangtua ku untuk mebelinya. Saat itu, orang tua ku belum punya uang untuk membelikanku, tapi mereka menyadari bahwa betapa pentingnya barang ini buatku, mengingat sebelumnya aku menggunakan komputer. Akan tetapi kondisi kos-kosan ku pada waktu itu tidak memungkinkan lagi untuk tetap menggunakan komputer. Tanpa sepengetahuanku, orangtua ku memutuskan meminjam uang ke bank untuk bisa membelikan laptop buatku. Aku baru tau setelah Kakak perempuanku Gadis memberitahu ku mengeai hal ini.
Akan tetapi, syukurlah Tuhan menjadikanku orang yang tidak menyia-yiakan kerja keras dan harapan orangtuaku dengan keberdaan laptop ini. Aku ingat sekali, laptop ini pertama kali kugunakan untuk menulis karya tulis untuk dperlombakan dalam lomba mahasiswa berprestasi tingakt universitas. Dengan berbagai halangan dan rintangan yang kuhadapi, akhirnya aku bisa meraih juara pertama dalam kopetisi tersebut. Ini mengantarkan aku untuk bisa melanjutka ke tingkat KOPERTIS VII Surabaya. Sekali lagi Tuhan menegaskan bahwa keputusan Ortuku membelikanku laptop tidak salah, karena aku berhasil menjadi juara satu di Kopertis VII, artinya aku punya kesempatan seleksi administrasi di Jakarta. Pada akhirnya, it’s perfect… Aku berhasil lolos 15 besar terbaik nasional. Sungguh bahagia rasanya, apalagi uang hadiah dari lomba ini lebih dari dua kali lipat di atas harga laptopku. Thanks God…
Selanjutnya, bersama Chocky, aku juga berhasil memperoleh beberapa pendanaan dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi untuk beberapa proposal dan beberapa tulisan ilmiahku. Chocky juga menemaniku mengikut PIMNAS XXI di Semarang Juli lalu. Chocky…. Kusadari sudah cukup lama kau menemaniku, tidak jarang aku memaksamu menemaniku menyelesaikan riset dari malam hari hingga matahari terbit. Kau pasrah saja, dan tetap setia mendukungku untuk membuktikan kepada ortuku bahwa bersamamu, aku bisa menghasilkan income lebih banyak dibanding biaya yang aku keluarkan untuk bisa memilikimu.
Oya, my dearest chocky, kamu ingat gak menemaniku menyelesaikan skripsiku dalam dua minggu penuh… Yup, aku terpaksa mempressure mu untuk melakukan hal itu, karena aku sudah mendapat teguran dari dosen2 di jurusan karen tidak pernah bimbingan selama tujuh bulan. Hehehe… yeah, akhirnya proyek riset tersebut bisa terselesaikan juga dalam dua minggu. Tetu saja, semua kulalui bersama mu.
Jadi ingat, ngapain aja aku selama tujuh bulan tidak pernah bimbingan. Ya… ya… ya… aku ingat, aku terlalu asyik dengan aktivitas di koran kampus Bestari, Forum Diskusi Ilmiah, Proyek Program Kreativitas Bidang Kewirausahaan dengan program budidaya Pepino,try IIEF Scholarship, Program Kreativitas Bidang Penulisan Ilmiah, hingga memotivasi kader2 baru penulis ilmiah yang kelak akan mengharumkan nama kampus ku di tingkat lokal, regional, nasional, hingga internasional.
Dari semua, ada satu hal yang masih membuatku penasaran, aku belum bisa menembus event tingkat internasional. Kadang aku berpikir, aku kurang TOTAL memanfaatkan waktuku selama kuliah sehingga aku belum menembus level internasional. Argh… aku harus bisa menembus level tersebut. Karenanya, aku akan terus berusaha mendapatkan beasiswa belajar ke luar negeri. Tidak akan kubiarkan diriku melewatkan kesempatan belajar gratis di negara lain.
Oya, ada satu hal lagi yang sangat ingin aku lakukan yaitu menjadi social worker. Ingin sekali rasanya mengabdikan diri ini untuk orang-orang yang mendapat lebih sedikit kesenangan di dunia ini. Aku ingin membantu para korban perang, kaum miskin, untuk bangkit berdiri. Aku ingin mereka menyadari bahwa dalam hidup ini, mereka tidak akan pernah sendiri. Aku ingin menjadi orang yang bisa memegang bahu mereka agar mereka bisa tetap tegar menghadapi hidup. Aku ingin memeluk mereka erat agar mereka tetap bisa merasa aman, meskipun dentuman ledakan dari tank-tank baja memekakkan telinga. Aku ingin mengajari anak-anak tak berdosa agar mereka kelak menjadi orang-orang yang bisa menciptakan kedamaian dan rasa aman bagi setiap makhluk. Aku ingin kelak mengakhiri hidup bersama mereka agar aku yakin bahwa sebelum ragaku berpisah dengan jasadku, aku telah berusaha membuat dunia ini lebih baik atau setidaknya aku telah memberi manfaat bagi orang-orang yang teraniaya. Amin….
Malam makin larut, mulai ngelantur neh…

Saat ini, jam di handphone ku sudah menunjukkan pukul 23.51, tetapi aku masih belum pengen tidur. Jari2ku seolah tak mau beranjak dari chocky. Sejak tadi aku sudah menulis tetang masalah dunia, diriku, kali ini aku akan bercerita tentang orang-orang di sekitarku.
Baiklah, aku mulai dengan teman2ku yang sevisi, siapa lagi kalo bukan Ani, Nisa, Aul, n Pien. Entah bagaimanakah mereka sekarang tapi dulu saat aku masih di
Aku ingat dulu setelah adzan magrib berkumandang, biasanya kami kumpul di warung teplok punyanya Irwan dkk. Yang dibiayai dari program PKMK Dirjen Dikti. Sering juga kami beli makan di warung bu “racun”, mengenai kenapa ia disebut bu racun, alasannya lucu, karena sambal lalapannya, pedes MaNtAb… ada satu lagi kebiasaan gila yaitu makan ceker n kepala ayam bareng. Wuakakakak… seru banget, meskipun makanannya “katrok” tapi minumannya WINE. Hahahaha… gila banget deh rasanya… seharusnya red wine didampigi dengan makanan elit setaranya, tetapi di sini, di dunia kami hal tersebut tidak berlaku. We do what we wanna do…
Nah ada topik pembicaraan yang sering kami sendiri tidak tahu jawabanya, apalagi kalo bukan topik tentang cinta dan pernikahan. Cinta… bagiku sendiri… arh, sorry frens kalo kalian baca ini bukan berarti aku ingat masa laluku and ingin kembali padanya, aku Cuma ingin cerita sedikit mengenai apa yang aku tau tentang hal ini…. Aku pernah jatuh cinta pada seseorang, namanya Rasyid. Bagiku dia cinta pertama, lebih dari dua tahun aku menjalani hidup dengan bayangnya selalu di benakku. Saat2 dimana aku snagat mengharap kehadirannya, meskipun jarak dan waktu terbentang jauh antara kami. Saat2 dimana kami memaksakan diri di sela2 sempitnya waktu yang kami miliki untuk bisa menghabiskan waktu bersama and saling berbagi. Saat2 dimana semuanya terasa berwarna sebelum akhirnya ada sesuatu hal yang membuat kami berpisah hingga kini. Karenanya, pada dasara aku sendiripun tidak tau banyak tentang topik ini, mengingat selama ini hanya dia seorang yang pernah mengisi ruang di hatiku dan kemudian saat ia pergi, ruang tersebut tetap kosong hingga sekarang. Entahlah, mungkin udah dikotori oleh debu.
Nah, kali ini aku tidak mau nampak lemah lagi, disini au tidak akan membahas lebih banyak tentang dia, tetapi lebih pada kata Cintanya. Bagiku cinta itu adalah saat kamu bersama seseorang and kamu ngerasa nyaman bersamanya. Nyaman bisa berarti banyak hal, tapi detailnya hanya kita masing2 lah yang tau bagaimana takaran nyaman itu sendiri.
Jikalau sekarang, aku tertarik untuk punya cowok bule. Hehehe, mungkin lebih karena aku menginginkan kebebasan saja. Aku hanya ingin seseorang yang bisa membuatku merasa nyaman dengan tidak mengekang pilihan hidupku. Ya, memang bule bukan jaminan aku bisa merasakan hal itu, tetapi pengalaman and apa yang aku lihat sema ini, mengindikasikan banyak co
Sedangkan teman2ku tersebut, punya bermacam pendapat pula mengenai hal ini, tetaplah punya pacar and menikah dalam waktu dekat kita sepakati bukan sebagai prioritas dalam jangka pendek. Banyak hal yang selalu kami bicarakan tentang hal ini, tapi aku tidak bisa menuliskan detailnya J. Yang jelas, kami tidak mengenal aturan dan batasan dalam setiap ide dan gagasan kami, sehigga setiap orang akan selalu menghargai pendapat yang lain meskipun bertentangan dengan pemikiran masing2. Tapi, menurutku begitulah seharusnya perbedaan dihargai. Itulah cara kami dalam berdiskusi.
Nah selain mereka, ada juga teman2 yang sering aku ajak curhat tentang kerjaan dan masa2 kuliah di jurusan akuntansi UMM, yeah ada dewi, aprida, ika, ratih, n me2i. kami sering membahahas mengenai berbagai fenomena yang kemudian kami hadapi setelah melepas status mahasiswa.
Udah ah, kayaknya sudah saatnya aku tidur, besok harus masuk kerja.
DON’T TRY TO CHANGE PEOPLE TO BE LIKE YOU

Menulis Lagi… entah kenapa, aku sangat menyukai aktivitas ini. Rasanya inilah duniaku sebenarnya. Yup, aku gak tau harus mengatakannya dengan cara apa untuk menunjukkan aku sangat mencintai hal ini, atau mungkin sebenarnya aku tidak perlu berupaya mencari cara yang tept untuk mengatakannya. Cukup aku menulis saja terus menerus, maka itulah yang dimaksud dengan show ur love, not say ur love.
Kali ini, aku ingin bercerita mengenai pembicaraan aku barusan dengan Om ku. Bermula saat aku dan sepupu2ku beserta Om n Tanteku nonton berita tentang penyerangan Israel ke Palestina. Ya, berhubung Om ku dulu bekerja sebagai diplomat yang banyak berkecimpung dengan dunia politik Timur Tengah, maka bagiku tidak ada salahnya aku mencuri ilmu darinya dengan banyak bertanya. Pada dasarnya mungkin kata mencuri bukan diksi yang tepat, karena kalau mencuri berarti orang yang menjadi objek tidak merelakannya. Sedangkan dalam hal ini kan aku bertanya and Om ku menjawab dengan senang hati, artinya pengetahuan tersebut kudapatkan dengan kerelaan dari si pemberi ilmu.
Ok, kita kembali ke kasus Palestina n Israel. Kasus yang pelik dan rumit memang, kasus tak berakhir dan tak berujung. Aku sendiri pusig karenanya, karena banyak sekali hal yang bisa dikaitkan dengan kedua negara tersebut, mulai Yordania, Lebanon, Turki, Jerman, Perang Dunia, Masa kejayaan Spanyol hingga Columbus dan Negara temuannya Amerika. Aaahhh… panjang, berliku dan pelik, membuatku tidak tau harus memulai cerita ini darimana.
Mungkin hanya beberapa hal saja yang ingin aku tuliskan di sini. Hitler pada masa kepemimpinannya berusaha memusnahkan bangsa Yahudi di seluruh permukaan bumi. Siapa yang tidak pernah mendengar genocide atau rumah pemusnah masal tempat dimana para tahanan hitler yang merupakan orang-orang Yahudi tersebut dimusnahka dengan gas beracun. Holocaust dengan segala kebenaran dan kebohongan yang mengitarinya jumlah warga Yahudi yang tewas pada waktu itu, tetap saja faktanya bangsa Yahudi diincar n dibunuh. Apa yang melatar belakangi hal tersebut, yup Hitler yang menganggap bangsanya meruakan keturunan bangsa Arya, bangsa yang terbaik di bumi merasa teranca dengan keberadaan kaum Yahudi yang memang diakui dalam kitab suci sebagai orang-orang yang yang bisa dikatakan cerdas. Hitler jelas tak mau tersaingi. Maka, memusnahkan mereka adalah pilihan terbaik menurutnya.
Selajutnya Palestina dengan jalur gaza and tepi baratnya yang selalu menjadi lokasi konflik. Di negara ini memang terdapat beberapa pusat peradaban bagi agama2 di dunia, mulai dari Islam, Kristen hingga bangsa Yahudi. Berbagai hal pun mulai dilakukan bangsa yahudi untuk mengelabui umat Muslim terkait Masjid Al Aqso yang belakangan ditunjukkan dengan gambar masjid denga kubah berwarna emas. Padahal di dalam Al Qur’an setahuk dengan jelas siebutkan bahwa Masjid Al Aqso sebagai masji d dengan kubah biru. Yeah, meskipun aku tidak banyak tau tentang agama, setidaknya aku gak bego2 amatlah J. Kembali pada keberadaan peradaban tiga agama yang bermuara di negara ini, sebenarnya ada satu hal yang seharusnya bisa bersama kita renungkan. Bahwa semuagama tersebut nenek moyangnya adalah Ibrahim (Abraham), karenanya dibanding kita selalu melihat perbedaan yang berakhir dengan konflik dan pertikaian hingga mengorbankan orang2 tak berdosa, nampaknya lebih baik buat kita sama2 melihat persamaan tersebut saja. Mungkin akan lebih baik lagi jika kita bersama bisa menghormati keyakinan setiap orang, jangan pernah mengharapkan orang lain seperti kita, tetapi cobalah kita menghargai pilihan dan cara hidup yang mereka lakukan.
Keyakinan menurutku merupakan hak asasi setiap makhluk, apapun yang kita yakini, selama tidak mengganggu and merusak kedamaian serta ketentraman orang lain, maka sudah sepatutnya kita menghormatinya. Mungkin jika kita sudah bisa menghargai perbedaan and tidak berusaha merubah orang lain untuk menjadi seperti kita, maka dunia ini akan damai.
Pada dasarnya banyak hal yang bisa dibahas lagi terkait hal ini, tapi rasanya kok hal ini terlalu berat untuk jadi bahasan di blog ini sekarang ya. Jadi kayaknya aku mau ganti topik yang lebih nyantailah, yeah… tentang kehidupan.
Sunday, December 28, 2008
koruptor... Argh.....
Wah seru juga, malam itu sedangada sidang kasus alih fungsi hutan lindung menjadi pelabuhan tanjung siapi-api, palembang, sumatera selatan. materi sidang mendengarkan keterangan saksi, dengan terdakwa Sarjan Thaher.
Ada yang menarik dari terdakwa kali ini, dia begitu bersahabat. Dia mengakui semua bentuk ucapan terima kasih yang diberikan pemda sumsel kepada anggota dewan, termasuk dirinya sendiri. and dia juga bilang di DPR, hal itu merupakan hal yang wajar yang mulia, ucapnya kepada Hakim yang saat itu dipimpin Gus Rizal.
Aku cukup kaget dengan keberaniannya mengakui hal tersebut. menurutku, tidak banyak koruptor yang mau mengaku telah menerima uang haram atau mungkin lebih baik aku bilang uang rakyat saja. karena kata haram terlalu identik dengan agam, yang aku sendiri tidak punya pengetahuan yang banyak terkait hal tersebut. hehe..
lanjut ke persidangan, Sarjan juga mengaku menerima uang yang kalo dijumlahkan mencapai 300 juta lebih. menurutnya begitulah DPR, selalu ada uang yang ia sebut sebagai uang terima kasih dari pihak yang berhasil menggoal kan proyek tertentu. dalam sidang itu, tidak terlepas nama al amin nasution juga disebut sebagai penerima dana. Hhhh.... aku benci banget kalo orang yang dibackingi nama agama buat masuk senayan, tapi kemudian mencoreng agama itu sendiri dengan ulahnya. aku memang bukan seorang pemeluk agama yang taat, pada dasarnya aku biasa saja, tapi aku benci banget ketika kita membawa bendera agama saat melakukan dosa. oh please, jangan bikin jelek citra agama dong...
Kadang aku merasa lebih baik, saat orang lain tidak mengetahui apa agama yang aku peluk, karena dengan demikian orang tidak akan mengait2kan perilaku ku dengan aga tersebut. biar aku bertanggung jawab atas diriku sendiri, bukan hal lain yang harus bertanggungjawab atas diriku. setiap perbuatan kita sudah sepatutnya menjadi tanggungjawab kita sendiri.
Baiklah, kita sudah terlalu melebar, kembali ke ruang sidang tipikor. setelah sidang sarjkan Thaher tersebut, kemudian dilanjutkan dengan persidangan kasus pengadaan kapal patroli dengan terdakwa Bulyan Royan. kali ini, dua saksi dihadirkan di ruang sidang, Horsea Budi and Budi Hairi (jika aku tidak salah mengingat namanya). sangat menarik sidang ini mengingat Budi Khairi nampak takut untuk mengungkapkan fakta yang terjadi. Hakim pun turut berang karenanya, hingga Hakim mengucapkan " Anda di sini sebagai saksi, ngomong aja langsung, jangan mbulet aja kaya tadi".... "apa susahnya ngomong langsung, anda kan sudah disumpah"...
jangankan hakim, aku yang mengikuti persidangan juga jadi ikut2an berang karenanya. memang saksi nampak takut sekali berkata jujur, entah karena apa, apa karena takut bisa menjadi tersangka juga, atau takut dengan apa yang akan dilakukan terdakwa kelak terhadapnya ataupun karirnya.
this is love...
Hari terus berjalan. kayaknya udah lama banget aku gak pernah nulis di blog ku. padahal kemarin aku pengen posting tulisan pas ultah n pas hari ibu, tapi karena aku sok sibuk. jadi lupa deh buat nulis.
mungkin juga karena aku selalu liputan and pulangnya nulis berita, aku jadi ngerasa udah memenuhi kebutuhanku buat nulis. padahal itu kan beda, nulis berita and nulis di blog ini. blog ini memang bisa selalu menjadi tempat sampah yang baik. dia bersedia menampung apa saja yang ingin aku tumpahkan di sini.
kali ini, aku mau curhat tentang apa ya??? tentang pekerjaan deh. bekerja di media televisi, apalagi tv berita seperti yang aku jalani sekarang bikin aku gak tau hari n gak tau kapan tanggal merah. pekerjaanku ini memang tidak mengenal tanggal merah and cuti bersama sebagaimana yang ditetapkan pemerintah di kalender. everyday is sunday here. kita cuma dapat jatah libur 2 hari seminggu, itupun kalo tidak diminta masuk juga.
Mmmmm... kalo tidak cinta ama pekerjaan and profesi ini, aku yakin, tidak ada yang mau bertahan. Tapi cinta memang tangguh ya, bisa bikin kita mau aja masuk kerja saat semua orang lagi menikmati liburan di rumah, bersantai dengan keluarga ataupun rekreasi. kita tetap saja bekerjka melebihi jam kerja kita, meskipun yang lain sudah pulang kerja beberapa jam sebelum kita. kita mau saja berangkat di pagi buta, saat yang lain masih menikmati tidur dengan selimut hangat di pagi hari. Yeah, that's love.